Halaman

Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

Siapa yang layak sebagai penerima barang kiriman dan biaya apa saja yang dikenakan?

Print Friendly and PDF

Beberapa minggu yang lalu sebelum hari raya Idul Fitri, pagi-pagi saya ditelepon kawan SMA yang berprofesi sebagai manajer produksi perusahaan ternama. Sebut saja nama teman saya ini  adalah Biyik (B) dan saya adalah ithenk (I). Nama ini adalah nama panggilan akrab kami sejak SMA di Jogyakarta hingga sekarang. Seluruh siswa SMA kami adalah laki-laki dan hampir tiap kawan memiliki panggilan akrab meskipun biasanya panggilan tersebut lebih jelek dari nama asli atau pemberian dari orang tua kami.

Singkat kata, dia bercerita akan membeli barang dari luar negeri dan mengingat barang yang akan dibeli segera dibutuhkan untuk kegiatan produksi maka dia perlu saran saya untuk proses pengeluaran impornya. Berikut alur pembicaraan saya dengan mas Biyik…
B : Halo met pagi dab…lagi sibuk nggak?

I : Nggak lah…lagi nyantai nih…ada yang bisa aku bantu bos?

B :  Aku lagi pesen barang di Belgia dan jumlahnya nggak banyak…Cuma aku pingin barang tsb bisa cepet sampai di Indonesia dan dipakai …soalnya sebentar lagi libur lebaran…

I : kira-kira total berat barang yang akan dikirim dari Belgia berapa bos?(total berat barang berpengaruh terhadap kriteria barang kiriman sesuai tulisan saya sebelumnya)

B : Kira-kira sekitar 70 Kilogram…soalnya cuma sekitar 30 item barang

I : Ya udah…kl kamu pingin barangmu cepet sampai ya dikirim lewat pesawat udara dan pilih Perusahaan Jasa Titipan (PJT) atau lewat EMS (PT. Pos Indonesia) untuk sarana pengiriman…cm tanyakan dulu ke supliermu ttg sarana pengiriman mana yang ada dan mudah untuk mengirimnya dari sana?

B : Oke…siap..segera aku hubungi pihak suplierku…trus untuk perkiraan biaya-biaya yang mesti aku tanggung apa saja dab?

I : Pastinya yang pertama adalah biaya ongkos kirim dari negara asal ke Indonesia dan selanjutnya oleh pihak PJT atau PT. Pos Indonesia akan dikeluarkan invoice yang memuat pungutan negara yaitu bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta biaya administrasi

B : Mbok…aku diajari cara ngitung bea masuk dan pajak dalam rangka impor dab…

I : Tapi ngomong-ngomong…kamu kirim barang nantinya sebagai penerima barang atas nama perorangan atau perusahaan?soalnya akan beda saat menghitung besarnya tarif Pajak dalam rangka impor yaitu Pph pasal 22 impor

B : pake nama perusahaanku saja dab…soalnya perusahaanku sudah punya NPWP dan API (Angka Pengenal Impor)

I : oke…cuma cara ngitungnya rodo kompleks dab…biar lebih jelas...tolong siapin pulpen dan kertas untuk dicatat…

B : Siap bos hehehe..

I : Dapurmu dab…Untuk memudahkan proses penghitungan aku ambil contoh…Misalnya Kamu membeli barang dari Belgia sesuai invoice dan bukti bayar (transfer payment) sebesar USD 550.  Ongkos kirim sesuai Airwaybill (AWB) USD 100. Perusahaan sebagai penerima barang kiriman mempunyai NPWP dan API.
Kurs pajak yang berlaku pada saat pembayaran USD 1 = Rp 10.000,-. Pungutan Negara yang dikenakan meliputi Bea Masuk (BM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 impor
Tarif BM = 10%. Tarif BM ditetapkan sesuai klasifikasi jenis barang pos tarif (HS Code) yang berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Jika barang kiriman terdiri lebih dari 3 (tiga) jenis barang kiriman maka Petugas Bea dan Cukai akan melakukan penetapan tarif BM dengan berdasarkan tarif BM tertinggi dari jenis barang kiriman yang ada.
Tarif PPN = 10%
Tarif PPh = 2.5%. Bagi perusahaan yang mempunyai API dan NPWP serta copy NPWP dan API disampaikan ke PJT atau Pihak PT. Pos Indonesia sebelum penetapan tarif dan nilai pabean.
Terhadap barang kiriman diberikan pembebasan bea masuk (BM) dan pajak dalam rangka impor (PDRI) dengan nilai pabean paling banyak Free On Board (FOB) USD 50.00 (lima puluh Dollar Amerika Serikat) untuk setiap orang/perusahaan per kiriman. Atas kelebihan dari FOB USD 50 (lima puluh Dollar Amerika Serikat) akan dikenakan BM dan PDRI. 
 Cara Penghitungan Pungutan Negara sebagai berikut :
Harga barang USD 550, mendapat pembebasan USD 50 menjadi USD 500. (Cost)
Biaya Pengiriman USD 100 (Freight)
Asuransi (Insurance): 0,5% x (Harga Barang setelah mendapat pembebasan + biaya pengiriman) = 0,5%  x USD 600 = USD 3.
Nilai Pabean (CIF) = USD 603 (USD 500 + USD 100+ USD 3) x Rp. 10.000,00 = Rp. 6.030.000,00
Bea Masuk = 10% x Nilai Pabean = Rp. 603.000,00
Nilai Impor (NI) = Nilai Pabean + Bea Masuk = Rp. 6.030.000,00 + Rp. 603.000,00 = Rp. 6.633.000,00
PPN impor = 10% x Nilai Impor = Rp. 663.300,00
PPh Impor = 2,5% x Nilai Impor = Rp. 165.825,00
Total pungutan negara yang harus dibayarkan sebesar: Rp 1.432.125,00
Gimana dab…sudah lumayan jelas?

B : Mantap…trus untuk biaya administrasi yang dikenakan oleh PJT atau PT. Pos Indonesia berapa besarnya?

I : Untuk biaya administrasi masing-masing PJT mempunyai kebijakan tersendiri…Salah satu PJT yang aku ketahui perinciaan biaya administrasi adalah :
1.      Handling Fee : 2% dari Pungutan Negara (duty and tax)
2.      Document Fee : Rp. 20.000,-
3.      Bank Charge : Rp. 50.000,-
4.      Sewa gudang : Rp 980/kg/hari dihitung setelah hari ketiga kedatangan barang
5.      VAT/PPN : 10% dari (Handling Fee + document Fee + Sewa gudang)
Sedangkan barang kiriman yang dikirim melalui Pos Indonesia/EMS hanya dikenakan biaya administrasi dan biaya pengemasan ulang atas setiap barang kiriman.sebesar Rp 5.000,- – Rp 10.000,-

B : Thanks infonya dab…nanti kalau butuh info lagi aku hubungi atau kita bahas sambil ngopi2...

I : Siap...sama2 bos..kalau butuh informasi lagi dan dibantu dalam pengurusan  impornya dapat menghubungi timku dengan…
Ibu Ana/Bapak Mustar
PT. TRISULA KARGO EKSPRESINDO
Gedung Perkantoran Tanjung Mas
Blok A2 lt. 2 Jl. Tongkol No. 4 Tanjung Priok, Jakarta Utara
Telp. 021-4305665
Semoga bermanfaat…
Catatan :
Penerima Barang Kiriman dari luar negeri adalah orang atau badan/lembaga (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) yang berdomisili di dalam daerah pabean yang namanya tertulis sebagai Consignee dalam House Airway Bill. Penerima Barang Kiriman tidak diwajibkan memiliki API (Angka Pengenal Importir) atau NIK (Nomor Identitas Kepabeanan) sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan umum di bidang impor.
Untuk penghitungan Tarif Pph pasal 22 impor berlaku sebagai berikut :
  1. Penerima barang kiriman (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) yang mempunyai API dan NPWP serta copy NPWP dan API disampaikan ke PJT atau Pihak PT. Pos Indonesia sebelum penetapan tarif dan nilai pabean, maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 2,5%.
  2. Penerima barang kiriman (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) yang mempunyai API dan NPWP namun copy NPWP dan API tidak disampaikan ke PJT atau Pihak PT. Pos Indonesia sebelum penetapan tarif dan nilai pabean, maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 15%.
  3. Penerima barang kiriman (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) tidak mempunyai API namun mempunyai NPWP dan copy NPWP disampaikan ke PJT atau Pihak PT. Pos Indonesia sebelum penetapan tarif dan nilai pabean, maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 7,5%.
  4. Penerima barang kiriman (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) tidak mempunyai NPWP dan API, maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 15%.
  5. Khusus untuk Perwakilan Kedutaan Besar Asing dan Perwakilan Badan Internasional yang tidak menyampaikan PP8 atau PP19 yang valid/sah sebelum penetapan tarif dan nilai pabean, harus membayar bea masuk sesuai penetapan Pejabat Bea dan Cukai dan tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 15%.  
  6.  Penerima barang kiriman (individu/nama perorangan) yang mempunyai mempunyai NPWP dan copy NPWP disampaikan ke PJT atau Pihak PT. Pos Indonesia sebelum penetapan tarif dan nilai pabean, maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 7,5%.
  7. Penerima barang kiriman (individu/nama perorangan) yang tidak mempunyai NPWP maka tarif PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 15%.
Bagi penerima barang kiriman (badan hukum/instansi pemerintah/lembaga negara/perguruan tinggi/perwakilan kedutaan besar asing/perwakilan badan internasional) yang mempunyai API dan NPWP  dan atas jenis barangnya tercantum dalam lampiran (sebanyak 502 pos tarif) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.011/2013 tanggal 05 Desember 2013 yang berlaku mulai 05 Januari 2014 dikenakan tarif PPH pasal 22 impor sebesar 7,5%. Untuk melihat PMK tesebut dapat klik link berikut : http://tinyurl.com/ovn97mm dan http://tinyurl.com/mog6yne

Sabtu, 12 November 2011

5 Hal Utama Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Promosi

Print Friendly and PDF
Beberapa hari lalu saya sharing dengan teman saya yang membuka usaha warnet yang dikhususkan untuk pengetikan dan pencetakan. Ia bertanya pada saya, Mas..saya telah mencetak brosur cukup banyak dan menyuruh orang untuk menyebarkannya tapi kok hasilnya belum maksimal?Padahal saya juga telah mempraktekkan tulisan sampeyan di http://vkristiawan.blogspot.com/2011/06/jangan-buang-uang-anda-percuma-dengan.html tapi kok belum kena juga?Apanya yang keliru ya?Pertanyaan2 ini pernah saya alami dan mungkin rekan2 pernah alami juga dalam melakukan promosi atau upaya meningkatkan penjualan suatu produk atau jasa.

Sebelumnya mungkin perlu kita mengetahui arti kata ”promosi” yaitu suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Sedangkan tujuan promosi secara ringkas adalah meningkatkan cashflow perusahaan. Oleh karena itu agar promosi yang dilakukan dapat efektif dan efisien maka ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan tersebut yaitu
1.      WHO
Who disini berarti siapa sih sebenarnya target market atas produk/jasa yg kita tawarkan.Pemahaman atau penentuan siapa target market produk/jasa yg dituju sangatlah penting karena menyangkut kebutuhan setiap target market bisa berbeda. Dalam kasus usaha teman saya yaitu warnet yg dikhususkan untuk menerima jasa pengetikan dan pencetakan dokumen disini dapat diidentifkasi bahwa selama ini sebagai pengguna jasa/produknya sebagian besar adalah mahasiswa dan karyawan. Kebutuhan seorang mahasiswa akan jasa/produk yang akan digunakan tentunya berbeda dengan seorang karyawan. Sebagian besar mahasiswa tentunya lebih berorientasi harga/Price oriented (memilih harga jasa yang lebih murah) daripada seorang karyawan. Karyawan dengan tingkat pendapatan lebih tinggi dibanding mahasiswa cenderung lebih mengutamakan kualitas hasil cetakan, kenyamanan dan kecepatan. Dengan mengetahui kebutuhan dari setiap target market yg dituju akan berdampak pada pemilihan kata2, gambar dan bentuk tawaran yang diberikan.
 
2.      WHERE
Setelah mengetahui secara spesifik siapa target market sebenarnya akan produk/jasa yang kita miliki maka kita dapat mengetahui dimana (where) sebagian besar target market biasanya berada/berkumpul.Hal ini perlu kita ketahui agar promosi yang dibuat lebih tepat sasaran atau langsung mengenai pada target market yang dituju. Untuk usaha warnet teman saya yang dilakukan adalah brosur untuk sasaran mahasiswa dibagikan di kampus (perpustakaan, kantin) dan toko buku. Sedangkan untuk karyawan dibagikan di perkantoran, minimarket dan memasang spanduk di jalan (ruas jalan yang banyak/sering dilalui pada saat karyawan pulang pergi)

3.      WHAT
What berarti apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa yang ditawarkan sehingga menjadi solusi atas kebutuhan target market yang dituju.Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target market yang dituju maka akan banyak yang melakukan pembelian/transaksi.Misalnya dalam usaha warnet, untuk sasaran mahasiswa diberikan potongan/diskon biaya pada waktu2 tertentu (pagi dan siang hari), pencetakan dalam jumlah banyak dan efisiensi pada tinta yang digunakan. Sedangkan untuk karyawan diberikan kualitas tinta dan kertas yang bagus, disediakan minuman gratis, kemudahan dalam pengiriman file dan jasa antar hasil cetakan. 

4.      WHY
Why disini menyangkut mengapa sasaran/target market memilih membeli dari kita bukan dari pesaing?Nilai tambah apa yang dapat diberikan oleh produk/jasa sehingga orang harus membeli/menggunakan di tempat kita. Misalnya, pelayanan yang diberikan oleh karyawan penuh dengan suasana kekeluargaan/akrab, tempatnya nyaman dan ada jaminan penggantian (tidak perlu membayar apabila hasil cetakan tidak bagus/rusak).

5.      HOW
How disini menyangkut bagaimana cara kita mampu menginformasikan segala kelebihan yang dimiliki oleh produk/jasa yang ditawarkan pada target market yang dituju.Misalnya dengan secara rutin menyebar brosur, memasang papan reklame/neon box, spanduk, iklan melalui internet dsb.

Dengan mampu mengidentikasi lima hal yang utama seperti tersebut diatas maka akan memudahkan kita melakukan setiap kegiatan promosi berjalan secara efektif dan efisien. Selamat bertindak....dan terus melakukan kegiatan2 promosi yang kreatif...
Semoga bermanfaat ...
Salam Sukses Selalu & Utamakan Berpikir Positif,