Halaman

Minggu, 12 Juni 2011

Jika Belum Sampai Titik Terendah…Jangan Harap Bisnis Bisa Sukses

Print Friendly and PDF
Menjadi orang sukses tentunya impian setiap orang dan seringkali kita mengikuti seminar-seminar yang diadakan oleh tokoh-tokoh sukses untuk mendapat inspirasi dan motivasi dari mereka.Rasanya senang sekali mendengar cerita mereka tentang pengalaman atau proses yang dirasakan pada saat menuju kondisi sukses.Bukan kondisi ketika mereka telah menjadi sukses yang dapat dipetik banyak pelajaran berharga tetapi perjuangan dalam penderitaan itulah yang banyak bisa dipelajari.

Tentunya kita semua setuju bahwa hampir seluruh tokoh-tokoh sukses sekarang ini selama perjalanan hidupnya pasti pernah mengalami kesusahan, kegagalan ataupun kesengsaraan. Namun sebagai manusia normal kalau kita bertanya dalam hati masing-masing Apakah kita mau mengalami kesengsaraan/kesusahan/kegagalan?pastilah jawabannya tidak. Apalagi kalau proses penderitaan tersebut memakan waktu cukup lama,siapa yang mau?. Inginnya semua serba cepat/instan dan kondisi yang diinginkan mungkin seperti kata-kata dalam suatu anekdot yaitu muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga.

Bagaimana hubungannya kondisi tersebut diatas dengan kondisi bisnis/usaha yang kita jalankan saat ini?Apakah kita pernah mengalami kondisi yang begitu pahit atau merasa gagal dalam menjalankan usaha? Dan yang paling penting bagaimana respon atau tindakan kita terhadap usaha yang dijalankan ketika sampai pada kondisi tersebut?Tindakan atau respon terhadap kondisi sulit itulah yang membedakan antara ciri seorang entrepreneur sukses dan bukan.

Pernah suatu kali,saya bertanya kepada sahabat sebaya yang telah berhasil dalam bisnis dengan profit milyaran dalam setahun tentang rahasia suksesnya.Dengan berkaca-kaca dia bercerita bahwa jangan lihat kondisi sekarang yang serba menyenangkan tapi aku pernah dalam kondisi yang paling dasar atau sulit dalam kehidupan keluargaku.Aku pernah dilecehkan tapi kemudian aku bersumpah bahwa aku harus berhasil. Dan pada kenyataannya,cerita teman saya ini banyak memiliki kesamaan dengan tokoh-tokoh motivator sukses seperti Andrie Wongso, Tung Desem Waringin dll.

Intinya adalah jangan pernah menyerah dalam mengejar impian sukses meski akan menghadapi kondisi sesulit apapun dalam menjalankan bisnis.Membuka usaha adalah langkah awal seorang entrepreneur dan tantangan selanjutnya membuat atau mengembangkan usaha tersebut sehingga menjadi berhasil.Kondisi paling dasar atau titik terendah bisa jadi merupakan motivasi paling kuat untuk sukses atau berhasil.

Salam Sukses Selalu & Utamakan Berpikir Positif,

Jumat, 10 Juni 2011

Libatkan Perasaan/Emosi Positif Dlm Membangun Bisnis

Print Friendly and PDF Sahabat2 tercinta,
Kadangkala sebagai business owner/pemilik bisnis,kita memperlakukan karyawan dan konsumen hanya sebagai objek/benda.Karyawan diberikan target setinggi2nya dgn tugas sebanyak2nya dan dgn mudahnya menyalahkan karyawan apabila target tdk tercapai.Dan untuk konsumen cukup diberikan pelayanan seadanya karena sangat yakin bahwa produk/jasa yg ditawarkan benar2 dibutuhkan atau sangat bermanfaat ataupun harganya paling murah diantara pesaing dan ujung2nya yg penting saat itu produk/jasa kita laku kejual.

Baru2 ini saya membaca buku Anthony Dio Martin tentang kecerdasan emosi.Disini saya temukan kata2 bahwa kesuksesan seseorang tdk hanya ditentukan oleh IQ (kecerdasan intelektual) tetapi tetapi juga oleh EQ (kecerdasan emosional).Malahan seorang Daniel Goleman menyatakan bahwa 20% kesuksesan seseorang ditentukan oleh IQ dan 80% oleh EQ. Bagaimana teori ini dihubungkan dlm membangun bisnis yg sukses?

Dalam hubungan dgn karyawan,sbg pemilik bisnis kadangkala kita merasa paling pintar karena memiliki strategi atau teori2 bisnis yg jitu dan pasti berhasil jika karyawan mempraktekan itu semua di lapangan.Akibatnya,karyawan diberikan tugas dan target yg setinggi2nya tanpa memperhatikan bagaimana perasaan karyawan menerima semua itu.Apakah karyawan merasa senang/happy atau menjadi beban saat menjalankannya?disinilah pentingnya kecerdasan emosi bagi seorang pemilik bisnis.Seorang pemilik bisnis harus mampu menyelaraskan apa yg menjadi tujuan perusahaan dan apa yg diinginkan oleh karyawan serta bertindak sbg sumber daya bagi karyawannya.Sbg contoh selain gaji pokok,karyawan jg diberikan komisi/insentif bds hasil penjualan dan pemilik bisnis menanyakan & menyediakan apa yg dibutuhkan karyawan utk kelancaran pelaksanaan tugasnya.Hal ini ditujukan agar tercapai pehamanan bersama bahwa pencapaian tujuan mrpkn tanggung jawab bersama antara pemilik bisnis & karyawan shg tdk ada saling menyalahkan dan karyawan tdk merasa bhw hasil kerjanya demi keuntungan pemilik bisnis sepenuhnya.

Dalam hubungan dgn konsumen,cobalah utk libatkan perasaan/emosional atau berikan pelayanan lebih kepada konsumen.Anggaplah konsumen sbg saudara/sahabat dimana kita tdk segan utk meminta maaf atau menerima masukan/kritik apabila produk/jasa kurang memuaskan ataupun selalu berikan layanan2 tambahan.Sbg contoh karyawan bimbingan belajar saya menyediakan jasa antar jemput bagi org tua yg tdk bisa mengantarkan/menjemput anaknya belajar meskipun biaya antar jemput tdk dikenakan atau orang tua saya yg punya minimarket kadangkala memberikan makanan scr gratis utk pelanggan yg membawa anaknya saat berbelanja atau rekan saya yg punya bisnis jual beli printer walaupun cukup besar ttp ia menyediakan waktu utk mengantar printer ke konsumen utk bertemu lgs dgn pembelinya utk menjaga kedekatan emosional atau menjaga kepercayaan/trust.

Demikian tips bisnis kali ini dari saya...mohon maaf kl belum sempurna dan semoga bermanfaat....

Jumat, 27 Mei 2011

Waktu terbuang sia-sia karena tidak punya Tujuan Hidup....

Print Friendly and PDF Selayaknya orang yg akan bepergian,pastinya memiliki kota tujuan yg hendak dicapai.Semakin jelas alamat yg dituju akan memudahkan mencari jalan yg bisa ditempuh dan kendaraan/sarana yg akan digunakan untuk sampe tujuan dari tempat/posisi kita berada. Apalagi kalau di kota tujuan tersebut kita membayangkan akan memperoleh kesenangan/kenikmatan yg sangat luar biasa maka segala upaya akan dikerahkan utk segera sampai.
Contohnya begini ketika seseorang bertanya kepada kita di jakarta disaat tengah malam yg sepi "Apakah kamu mau berjalan kaki ke Bogor?"tentunya kita akan ogah2an atau ragu2 menerima tawaran tsb.Tetapi akan beda rasanya tindakan/respon kita apabila pertanyaannya "Apakah kamu mau berjalan kaki ke bogor dan setelah sampai disana kamu akan dapat uang sebesar 100 jt?pastinya kita akan dgn semangat dan sesegera mungkin berangkat.
Seperti orang yg mau bepergian,hidup ini seperti perjalanan untuk mencapai kondisi ideal yg diinginkan dimasa depan. Hidup ini adlh pilihan,jadi kondisi ideal yg dimiliki oleh setiap orang bisa berbeda2. Banyak sekali kondisi ideal yang diinginkan tiap individu seperti bebas finansial,bebas waktu,punya rumah mewah+kolam renang,punya lahan pertanian yg luas,menjadi dermawan,menjadi pekerja sosial, pelayan masyarakat dsb.Semua pilihan adlh baik karena kita sendiri yg akan menjalani dan bertanggung jawab.Yang utama kita telah menetapkan atau memiliki kondisi ideal yg benar2 kita inginkan dan bayangkan bahwa kondisi itu membawa kesenangan/kenikmatan yg sgt besar apabila berhasil mencapainya.Anda bebas membayangkan kondisi ideal yg diinginkan tanpa terikat oleh kondisi sekarang...buat impian yg sangat menyenangkan hati...jgn ragu2 atau takut...wong gratis kok & tdk ada yg melarang...

Dengan telah memiliki tujuan hidup akan memudahkan dlm mencari jalan dan memilih sarana/kendaraan yg akan digunakan utk sampai di tempat tujuan.Selain itu akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan/tindakan penting dan benar2 menggunakan waktu seoptimal mungkin.Apalagi kalau bayangan kenikmatan yg akan kita rasakan setelah sampai di tujuan sangat jelas maka membuat tantangan yg menghadang akan terasa ringan.
Sahabat2 terkasih....tidak ada kata terlambat utk memiliki atau evaluasi tujuan hidup. Mungkin kl kita merasa ingin cepat dan aman sampai maka perlu mengganti sarana/kendaraan yg digunakan dan benar2 optimal menggunakan waktu yg ada.Yang perlu diingat jangan menghalalkan segala cara karena setiap tindakan/keputusan yg diambil akan ada dampaknya baik itu sekarang atau dikemudian hari. Investasikan waktu anda sebaik mungkin...karena waktu tidak bisa diulang dan tidak bisa dibeli dgn apapun.Dan buat para orang tua...bimbinglah putra-putri anda untuk memiliki tujuan hidup sejak dini sehingga generasi kedepan menjadi lebih baik.Majulah Indonesiaku!!!
Salam Sukses,